RIAUIDENTITAS.COM-ROHIL-Polda Riau menangkap seorang bernama Ozi yang diduga sebagai bandar narkotika jenis sabu-sabu di Kepenghuluan Bagan Cempedak, Kecamatan Rantau Kopar, Kanupaten Rokan Hilir, beberapa waktu lalu.
Namun, dari penangkapan itu, saudara kandung Ozi bernama Irul tidak terima adiknya dituduh sebagai bandar narkoba. Dia sangat merasa marah atas tuduhan tidak berdasar itu.
Pasalnya, Ozi hanya sebagai pekerja yang kesehariannya bertugas memberi pakan ikan di kolam di gudang di Kecamatan Rantau Kopar yang dikabarkan milik seorang pria bernama Hen Pokak.
“Ozi itu adik kandung saya. Dia di situ bukan sebagai bandar. Dia pekerja di situ ngasi makan ikan MBG. Adik saya ditangkap di gudang Hen Pokak,” tegas Irul.
Keterangan itu diperkuat Tuah yang menyebut Ozi sehari-hari hanya memberi pakan ikan di gudang tersebut.
“Ya, Ozi kesehariannya hanya ngasi pakan ikan, setelah itu dia duduk-duduk aja di situ,” jelasnya.
Kemarahan Irul memuncak pada Ahad (10/5/2026) dini hari. Bersama warga sekitar, mereka membakar dan memporak-porandakan gudang tersebut. Seluruh fasilitas di dalam gudang tampak hangus terbakar. Aksi massa dipicu kemarahan warga akibat maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Ketua RT 003 Bagan Cempedak, Androy Hidayat, menyebut kondisi daerahnya mengkhawatirkan. Ia menilai aksi serupa bisa kembali terjadi jika persoalan narkoba tidak segera ditangani.
“Kondisi saat ini kacau, peredaran narkoba marak betul. Kalau tidak ada titik terang dalam menyelesaikan masalah narkoba ini, demo pasti berlanjut,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (10/5/2026).
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Tiga Pematang Siku, Tuah.
“Kondisi Bagan Cempedak tidak aman. Narkoba terlalu marak,” katanya.
Kapolsek Rantau Kopar IPTU Nanang mengatakan kerusuhan bermula saat Ditresnarkoba Polda Riau melakukan penegakan hukum terhadap terduga pelaku narkoba di salah satu rumah di Kecamatan Rantau Kopar.
“Setelah itu adanya aksi spontanitas dari warga Rantau Kopar untuk melakukan penghadangan mobil personel Ditnarkoba Polda Riau,” kata Nanang.
Menurut dia, personel Polsek Rantau Kopar bersama tokoh masyarakat dan unsur upika melakukan pengamanan agar proses penegakan hukum berjalan lancar.
Namun, setelah kendaraan personel Ditresnarkoba berhasil melintas, sejumlah warga melakukan pengrusakan dan pembakaran rumah terduga bandar narkoba.
“Kami dari kepolisian berusaha melakukan pengamanan mencoba menghentikan, namun banyaknya warga sulit untuk dibendung. Namun kami tetap berusaha membendung, akhirnya satu per satu masyarakat membubarkan diri,” jelasnya. (RI/Oki)




